Hari itu masih pagi, kami masih sibuk dengan kerjaan kami masing-masing, aku sendiri sibuk menulis laporan pasien yang ada hari itu. Teman-teman yang dinas pagi satu persatu mulai berdatangan. Tanpa terasa laporan pasien ku sudah selesai disalin semua, aku merasa perut ku mulai perih, akhirnya ku langkahkan kaki mencari cemilan untuk mengganjal perut yang sudah menjerit2 karena lapar.
Akhirnya kita kompakan untuk membeli cemilan sebagai makanan untuk menganjal perut kita, sebelum beli sarapan berat. Berebutan lah kita antri membeli gorengan, sampai si abang tukang gorengan tidak kelihatan.
setelah dapat gorengan satu persatu kembali ke posisinya masing-masing, tiba-tiba ada salah seorang teman yang berteriak, ..."Ayo', siapa yang bawa jejak kotoran kedalam ruangan ini, jadi kotor nich', lantainya",...... Kita yang sedang asik menikmati gorengan kaget, dan saling melihat satu sama lain.
Nia balik teriak,...."Pak Endut', yach yang bawa tuch jejak kayanya".... Pak endut langsung mengangkat sandal yang dia pakai sambil berkata,...." Lihat nich', sendal ku bersih ga ada tanahnya"...sambil dicopotnya sendal itu dan mencium tuch sendal, dia berkata.... "Wangi lagi sendalnya",.....
Kami yang melihat kelakuan Pak endut langsung, menggerutu,..."Pak Endut, jorok, jadi ga' semangat lagi dech', makan gorengannya",.....
Nia terus menghampiri Pak Endut, sepertinya dia masih penasaran,..."Coba sandal yang satunya", kata Nia,.... ternyata sandal yang satunya bersih,.....
Tapi ternyata kita reflek melihat ke kaki Nia,...."Ni', coba angkat sandal yang kamu pakai",.....kata ku. Nia mengangkat kakinya,... dan tampaklah sebuah kotoran tanah menempel di sandal yang Nia pakai. Nia masih menyangkal terus kalau jejak itu bukan dari sandalnya. Tapi setelah itu kita memperhatikan sekeliling ruangan, yang tadi dilalui Nia, ternyata ada banyak jejak di tempat yang dilaluinya. Kita yang melihat hal itu, tertawa semua, kenapa.......???? habis lucu, Nia yang begitu ngotot menuduh jejak itu dibuat oleh Pak Endut, ternyata jejak itu dibuat oleh dia sendiri.
Kita yang sedang berkumpul diruangan itu tertawa terbahak-bahak, sampai membuat wajah Nia memerah karena menahan tawanya dan malunya.
akhirnya Nia menyadari bahwa jejak itu dia yang buat, dan dia pun ikut tertawa terbahak-bahak.
Kami yang melihat kelakuan Pak endut langsung, menggerutu,..."Pak Endut, jorok, jadi ga' semangat lagi dech', makan gorengannya",.....
Nia terus menghampiri Pak Endut, sepertinya dia masih penasaran,..."Coba sandal yang satunya", kata Nia,.... ternyata sandal yang satunya bersih,.....
Tapi ternyata kita reflek melihat ke kaki Nia,...."Ni', coba angkat sandal yang kamu pakai",.....kata ku. Nia mengangkat kakinya,... dan tampaklah sebuah kotoran tanah menempel di sandal yang Nia pakai. Nia masih menyangkal terus kalau jejak itu bukan dari sandalnya. Tapi setelah itu kita memperhatikan sekeliling ruangan, yang tadi dilalui Nia, ternyata ada banyak jejak di tempat yang dilaluinya. Kita yang melihat hal itu, tertawa semua, kenapa.......???? habis lucu, Nia yang begitu ngotot menuduh jejak itu dibuat oleh Pak Endut, ternyata jejak itu dibuat oleh dia sendiri.
Kita yang sedang berkumpul diruangan itu tertawa terbahak-bahak, sampai membuat wajah Nia memerah karena menahan tawanya dan malunya.
akhirnya Nia menyadari bahwa jejak itu dia yang buat, dan dia pun ikut tertawa terbahak-bahak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar