Senin, 27 Juli 2009

FLU SINGAPURA - HFMD - KTM

* FLU SINGAPURA *

"Flu Singapura" sebenarnya adalah penyakit yang didunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dan Mulut ( KTM ).

Penyakit KTM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ), Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Didalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.

Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.

EPIDEMIOLOGI:

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum/"biasa" pada kelompok masyarakat yang "crowded" dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ).

Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus.

Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, pilek, air liur (oro-oro), tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta.

Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu.

Tidak ada vektor tetapi ada pembawa ("carrier") seperti lalat dan kecoa.

Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain Enterovirus lainnya. Masa Inkubasi 2 - 5 hari.


GAMBARAN KLINIK :

Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, gejala seperti "flu" pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus dumulut seperti sariawan ( lidah, gusi, pipi sebelah dalam ) terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan.

Bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki.
Kadang-kadang rash/ruam (makulopapel) ada dibokong. Penyakit ini membaik sendiri dalam 7-10 hari.

Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat. Pada bayi/anak-anak muda yang timbul gejala berat , harus dirujuk kerumah sakit sebagai berikut :

o Hiperpireksia ( suhu lebih dari 39 der. C).
o Demam tidak turun-turun ("Prolonged Fever")
o Tachicardia.
o Tachypneu
o Malas makan, muntah atau diare dengan dehidrasi.
o Lethargi
o Nyeri pada leher,lengan dan kaki.
o Serta kejang-kejang.

Komplikasi penyakit ini adalah :

o Meningitis (aseptic meningitis, meningitis serosa/non bakterial)
o Encephalitis ( bulbar )
o Myocarditis (Coxsackie Virus Carditis) atau pericarditis
o Paralisis akut flaksid (?Polio-like illness? )

Satu kelompok dengan penyakit ini adalah :

1. Vesicular stomatitis dengan exanthem (KTM) - Cox A 16, EV 71 (Penyakit ini)
2. Vesicular Pharyngitis (Herpangina) - EV 70
3. Acute Lymphonodular Pharyngitis - Cox A 10

LABORATORIUM :

Sampel ( Spesimen ) dapat diambil dari tinja, usap rektal, cairan serebrospinal dan usap/swab ulcus di mulut/tenggorokan, vesikel di kulit spesimen atau biopsi otak.

Spesimen dibawa dengan "Hank's Virus Transport". Isolasi virus dencara biakan sel dengan suckling mouse inoculation.

Setelah dilakukan "Tissue Culture", kemudian dapat diidentifikasi strainnya dengan antisera tertentu / IPA, CT, PCR dll. Dapat dilakukan pemeriksaan antibodi untuk melihat peningkatan titer.

Diagnosa Laboratorium adalah sebagai berikut :

1. Deteksi Virus :

o Immuno histochemistry (in situ)
o Imunofluoresensi antibodi (indirek)
o Isolasi dan identifikasi virus.

Pada sel Vero ; RD ; L20B
Uji netralisasi terhadap intersekting pools
Antisera (SCHMIDT pools) atau EV-71 (Nagoya) antiserum.

2. Deteksi RNA :

RT-PCR
Primer : 5' CTACTTTGGGTGTCCGTGTT 3'
5' GGGAACTTCGATTACCATCC 3'
Partial DNA sekuensing (PCR Product)

3. Serodiagnosis :

Serokonversi paired sera dengan uji serum netralisasi terhadap virus EV-71 (BrCr, Nagoya) pada sel Vero.

Uji ELISA sedang dikembangkan.
Sebenarnya secara klinis sudah cukup untuk mendiagnosis KTM, hanya kita dapat mengatahui apakah penyebabnya Coxsackie A-16 atau Enterovirus 71.

TATALAKSANA :

o Istirahat yang cukup
o Pengobatan spesifik tidak ada.
o Dapat diberikan :

Immunoglobulin IV (IGIV), pada pasien imunokompromis atau neonatus

Extracorporeal membrane oxygenation.

o Pengobatan simptomatik :

Antiseptik didaerah mulut
Analgesik misal parasetamol
Cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan karena demam
Pengobatan suportif lainnya ( gizi dll )

Penyakit ini adalah "self limiting diseases" ( berobat jalan ) yang sembuh dalam 7-10 hari, pasien perlu istirahat karena daya tahan tubuh menurun. Pasien yang dirawat adalah yang dengan gejala berat dan komplikasi tersebut diatas.

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT:

Penyakit ini sering terjadi pada masyarakat dengan sanitasi yang kurang baik. Pencegahan penyakit adalah dengan menghilangkan "Overcrowding", kebersihan (Higiene dan Sanitasi).

Lingkungan dan perorangan misal cuci tangan, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi.


Bila perlu anak tidak bersekolah selama satu minggu setelah timbul rash sampai panas hilang.

Pasien sebenarnya tak perlu diasingkan karena ekskresi virus tetap berlangsung beberapa minggu setelah gejala hilang, yang penting menjaga kebersihan perorangan.


Di Rumah sakit ? Universal Precaution? harus dilaksanakan.

Penyakit ini belum dapat dicegah dengan vaksin (Imunisasi)

UPAYA PEMERINTAH DALAM HAL INI :

Meningkatkan survailans epidemiologi (perlu definisi klinik)

Memberikan penyuluhan tentang cara-cara penularan dan pencegahan KTM untuk memotong rantai penularan.
Memberikan penyuluhan tentang tamda-tanda dan gejala KTM
Menjaga kebersihan perorangan.

Bila anak tidak dirawat, harus istirahat di rumah karena :

o Daya tahan tubuh menurun.
o Tidak menularkan kebalita lainnya.

Menyiapkan sarana kesehatan tentang tatalaksana KTM termasuk pelaksanaan "Universal Precaution"nya.



* Hand-Foot-Mouth Disease (HFMD) *

Etiologi : Coxsackievirus A 16
Cara Penularan : Droplets
Masa Inkubasi : 4 - 6 Hari

Manifestasi Klinis :

Masa prodromal ditandai dengan panas subfebris, anoreksia, malaise dan nyeri tenggorokan yang timbul 1 - 2 hari sebelum timbul enantem.

Enantem adalah manifestasi yang paling sering pada HFMD. Lesi dimulai dengan vesikel yang cepat menjadi ulkus dengan dasar eritem, ukuran 4-8 mm yang kemudian menjadi krusta, terdapat pada mukosa bukal dan lidah serta dapat menyebar sampai palatum uvula dan pilar anterior tonsil.

Eksantema tampak sebagai vesiko pustul berwarna putih keabu-abuan, berukuran 3-7 mm terdapat pada lengan dan kaki, pada permukaan dorsal atau lateral, pada anak sering juga terdapat di bokong.

Lesi dapat berulang beberapa minggu setelah infeksi, jarang menjadibula dan biasanya asimptomatik, dapat terjadi rasa gatal atau nyeri pada lesi. Lesi menghilang tanpa bekas.


Diagnosis :
Manifestasi klinis dan isolasi virus dengan preparat Tzank.


Diagnosis Banding : Varisela, herpes

Terapi : Simtomatis.

Senin, 13 Juli 2009

ROMANSA

MASA PERKENALAN


“Wah” pagi ini sangat indah udara sejuk terasa dari luar jendela kamarku dan langit begitu cerah…. Perkenalkan namaku ‘Diar’ aku baru lulus SMP dan akan masuk ke sekolah baru ku pagi ini…..


Ku melangkahkan kaki ku dengan ringan, menuju jalan raya..…


Pagi ini adalah hari pertama aku akan masuk di Sekolah Menenggah Atas ( SMA), ku melangkah dengan pasti. Rencananya hari ini akan ada acara mapram di sekolah baru ku.

Perjalanan hari pertama ini sebenarnya membuat hati ku berdebar-debar, bagaimana tidak karena baru pertama kali aku ke sekolah itu…. Masih dengan seragam putih biru, aku masih sangat imut…..


Akhirnya sampai juga aku di sekolah baru,…. Kulangkahkan kaki ku menuju gerbang sekolah.

“Bismillahirohmannirohim”…. Ku ucapkan doa sambil melangkah.


Ku menuju papan pengumuman untuk melihat di mana kelas baru ku berada. Ku cari-cari namaku, akhirnnya dapat….

Ku cari kelas itu, dan melangkah kan kaki memasuki ruang kelas ku yang baru, ternyata sudah ramai di dalam kelas itu. Tampak kegaduhan dan ramainnya di kelas itu, ku lihat secara berkeliling melihat seisi kelas, ku berkenalan dengan teman-teman baru….

“Senangnya”…..

Diantara teman-teman baruku ada sesosok wajah yang membuat aku tidak bias melepas pandangan mataku padanya. Saat itu hatiku tidak menentu….. Seorang cowok yang sangat cuek & manis, aku belum sempat berkenalan dengannya…..

Di kelas itu tinggal tersisa beberapa kursi yang masih kosong, aku memilih duduk di kursi urutan ketiga dari depan. Kursi di sebelahku masih kosong, aku hanya benggong saja melihatsuasana kelas yang sangat ramai.

Tiba-tiba seorang cewek menyapa…..”Hai”, boleh duduk disini’!!, ga’ nama saya Weni’!!……. Aku’ kaget dan melihat kearah cewek itu, tampak olehku seorang cewek manis berambut panjang ikal, aku cepat tersadar dari rasa kaget ku…..

“Oh’, iya silakan kebetulan kursinya kosong”,….ucapku….. Kita berkenalan dan akhirnya mengobrol dari A-Z, sampai tidak sadar kalau bel masuk kelas sudah berbunyi. Kelas yang tadinya sangat ramai tiba-tiba menjadi hening. Masuk seorang guru Pria dan memperkenalkan diri bahwa beliau sebagai guru wali kelas kami di kelas I ini. Dan Pak guru mengabsensi kami satu persatu, aku memperhatikan tiap teman-teman yang di panggil namanya……


‘Aku’ sempat kaget ternyata cowok yang sejak pertama aku perhatikan dari awal masuk kelas ternyata cowok itu duduk tepat dibelakang ku….. “surpraise, senangnya”……Ternyata namanya Tedi… Aku menatap dia & dia hanya tersenyum saja. Itulah masa perkenalan ku dengan teman-teman baruku……..



BERSAMBUNG……..

Rabu, 01 Juli 2009

Penghuni Baru di Rumah

Sekitar 1 minggu yang lalu di rumahku ada penghuni baru. 2 ekor kucing persia yang lucu-lucu, genit, manja & sangat aktif.

Ku beri nama si Manis, betina, umurnya masih 3,5 bl warna campuran ( hitam, kuning & abu-abu), si manis sangat genit, manja, usil & tidak mau diam ( berlari kesana kemari), dan yang satu lagi ku beri nama Kitty, betina, umur masih 2 bl warna blue smoke jenis persia himalayan, agak kalae, manja , imut-imut & agak2 susah makan, mungkin karena masih kecil jadi makannya masih pilih-pilih.

Pokoknya yang melihat kelakuan kedua kucing ini pasti geeemeees.

Cuma aku agak kasian dengan kucingku si Yellow, sepertinya dia agak cemburu dengan hadirnya 2 kucing baru ini.
Sebenarnya aku mencari 2 kucing ini untuk temannya Yellow, tapi mungkin Yellow butuh waktu untuk menerima 2 temannya yang baru. Sabar yaaa''' Yellow, kasih sayang ku gak berubah kok setelah kehadiran kucing yang lucu-lucu & imut itu buat Yellow.